
Dalam dunia industri yang terus berkembang, kemampuan kepemimpinan bukan sekadar atribut jabatan, melainkan sebuah kompetensi esensial yang harus terus diasah. Menyadari hal tersebut, PT. Kaltim Industrial Estate (KIE) mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan Inhouse Training bertajuk “Personal Power for Leader” pada Rabu dan Kamis, 29–30 April 2026. Kegiatan ini bertempat di Ruang Tropical Resto, Grand Equator Hotel, dan diikuti oleh 68 orang peserta dari berbagai lini jabatan di lingkungan KIE.
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas individu dalam memimpin diri sendiri dan tim secara efektif, sekaligus meningkatkan kemampuan dalam memberikan pengaruh positif di lingkungan kerja. Sebagai fasilitator, hadir Stefvy Pattikawa dari Rumah Training & Public Speaking Academy, yang membawakan materi secara interaktif dan inspiratif selama dua hari penuh.


Pada hari pertama, peserta diajak menyelami fondasi kepemimpinan yang kuat melalui enam topik utama yang saling berkesinambungan.
Sesi pembuka menegaskan bahwa seorang pemimpin yang efektif tidak harus sempurna, tetapi harus memiliki growth mindset — pola pikir yang selalu terbuka untuk belajar, berkembang, dan bangkit dari kegagalan. Pemimpin sejati adalah mereka yang mampu mengapresiasi kinerja tim, menciptakan rasa aman, menginspirasi orang-orang di sekitarnya, dan menjadikan diri mereka sendiri sebagai seorang lifelong learner.
Topik ini membahas strategi praktis dalam mengembangkan tim. Pemimpin didorong untuk memetakan target, mengidentifikasi kapasitas anggota tim, dan menggali akar permasalahan yang ada. Salah satu kunci yang ditekankan adalah memfokuskan 80% energi pada karyawan produktif yang memiliki attitude baik, seraya memanfaatkan pendekatan coaching, mentoring, training, serta pemberian reward & recognition sebagai instrumen pengembangan.
Peserta diajak memahami perbedaan mendasar antara kepemimpinan yang sehat dan yang beracun. Seorang healthy leader bercirikan transparansi, komunikasi dua arah, menghargai setiap usaha anggota tim, dan memberikan ruang untuk berkembang. Sebaliknya, toxic leader cenderung menciptakan ketegangan, suka menyalahkan, berkomunikasi secara satu arah, dan berlaku pilih kasih. Pemahaman ini penting agar setiap pemimpin dapat mengevaluasi gaya kepemimpinannya secara jujur.


Komunikasi yang efektif bukan hanya soal menyampaikan pesan, melainkan menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada pihak yang menerima. Materi ini memperkenalkan tiga pilar komunikasi: verbal (pilihan kata), vokal (intonasi dan nada suara), serta visual (bahasa tubuh). Kegagalan dalam berkomunikasi terbukti berdampak langsung pada produktivitas, memicu konflik, dan meningkatkan angka turnover karyawan.
Kesehatan mental di tempat kerja mencakup aspek emosional, psikologis, dan sosial. Peserta diingatkan bahwa menjaga kesehatan mental bukan sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan. Cara praktis yang disarankan meliputi olahraga teratur, istirahat yang cukup, pengelolaan stres yang baik, dan keberanian untuk berkonsultasi dengan profesional apabila diperlukan.
Sesi penutup hari pertama memperkenalkan pendekatan coaching yang disesuaikan dengan tipe kepribadian anggota tim, menggunakan sistem warna DISC:
- Merah (Dominan): berikan target yang jelas, otoritas, dan kebebasan berkarya.
- Kuning (Intim/Influence): berikan dukungan moral, contoh nyata, dan monitoring berkala.
- Hijau (Stabil/Steadiness): berikan arahan yang jelas, pujian, dan motivasi yang berkelanjutan.
- Ungu (Cermat/Conscientiousness): berikan SOP yang detail, struktur kerja yang terorganisir, dan batasan wewenang yang jelas.



Hari kedua pelatihan berfokus pada penguatan dari dalam diri — mulai dari pola pikir, hambatan mental, hingga pemahaman lebih mendalam tentang kepribadian sebagai fondasi kolaborasi.
Pemimpin yang baik lahir dari follower yang baik. Followership adalah kemampuan mendukung pemimpin secara aktif, kritis, dan kolaboratif demi tercapainya tujuan bersama. Konsep ini bukan sekadar menaati perintah, melainkan bersikap proaktif, mandiri, dan bertanggung jawab atas peran yang diemban.
Pola pikir adalah akar dari setiap keputusan, tindakan, dan hasil yang kita capai. Growth mindset mendorong seseorang untuk terus belajar, berani keluar dari zona nyaman, dan secara konsisten meningkatkan kapasitas dirinya. Peserta diajak untuk memeriksa dan mengubah narasi internal yang selama ini membatasi potensi mereka. Mental block adalah keyakinan negatif yang bersumber dari bawah sadar dan secara diam-diam menghambat seseorang untuk mencapai potensi terbaiknya. Untuk mengatasinya, diperlukan afirmasi positif yang konsisten, keberanian mengambil tindakan nyata, kemauan untuk terus belajar, dan keterbukaan terhadap peluang-peluang baru yang mungkin selama ini diabaikan.


Melanjutkan pembahasan hari pertama, sesi ini memperdalam pemahaman tentang kesejahteraan mental yang mencakup dimensi emosional, psikologis, dan sosial. Langkah-langkah menjaga kesehatan mental — seperti olahraga, istirahat cukup, pengelolaan stres, dan konsultasi profesional — kembali ditekankan sebagai bagian dari gaya hidup seorang pemimpin yang berkelanjutan.
Komunikasi efektif kembali dibahas dengan penekanan pada dampaknya terhadap perubahan sikap positif di lingkungan kerja. Tiga pilar komunikasi — verbal (kata-kata yang dipilih), vokal (intonasi), dan visual (bahasa tubuh) — dipraktikkan secara langsung oleh peserta melalui simulasi dan latihan interaktif bersama fasilitator.
Sesi terakhir mengupas lebih dalam tentang empat tipe kepribadian dalam model DISC sebagai bekal pemimpin dalam memahami dan mengelola keragaman tim:
- D – Merah (Dominance): tegas, berorientasi pada hasil, dan menyukai tantangan.
- I – Kuning (Influence): komunikatif, persuasif, dan penuh antusias.
- S – Hijau (Steadiness): empatik, stabil, dan berorientasi pada harmoni tim.
- C – Ungu (Conscientiousness): logis, detail, dan sistematis dalam bekerja.


Inhouse Training “Personal Power for Leader” yang diselenggarakan PT. Kaltim Industrial Estate selama dua hari ini merupakan investasi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia. Dengan 68 peserta yang terlibat aktif, pelatihan ini diharapkan mampu mencetak pemimpin-pemimpin tangguh yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kecerdasan interpersonal, ketahanan mental, dan kemampuan komunikasi yang mumpuni.
Melalui materi-materi yang disampaikan Stefvy Pattikawa secara interaktif, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga diajak untuk merefleksikan diri dan mengambil komitmen nyata untuk menjadi pemimpin yang lebih baik — bagi diri sendiri, tim, dan organisasi. Semoga semangat belajar dan tumbuh yang ditanamkan dalam pelatihan ini terus menyala dan membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh insan PT. Kaltim Industrial Estate.
