
Dua perusahaan di Kota Bontang, Kalimantan Timur yaitu PT Kaltim Industrial Estate (KIE) sebagai anak Perusahaan Pupuk Kaltim dan PT Kaltim Methanol Industri (KMI) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama Penyediaan Suplai Karbon Dioksida (CO₂) yang merupakan bagian dari upaya bersama mendorong pengelolaan karbon yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi industri terhadap transisi energi rendah emisi. Langkah ini juga menjadi bagian dari dukungan nyata perusahaan terhadap target pengurangan emisi dalam Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia, sejalan dengan komitmen global terhadap Perjanjian Paris. Acara penandatanganan turut dihadiri oleh Direktur Operasi Pupuk Kaltim, F. Purwanto, Direktur Utama KIE, Muhammad Erriza; dan Direktur Utama KMI, Futhosi Urai, bersama seluruh jajaran direksi dan manajemen dari ketiga perusahaan yang berlokasi di Plaza Pupuk Kaltim Jakarta, 25 Juni 2025.


Dalam kerja sama ini, Pupuk Kaltim bertindak sebagai penyedia material CO₂, yaitu karbon dioksida yang dihasilkan dari proses produksinya. KIE berperan sebagai penyedia infrastruktur untuk suplai jalur distribusi CO2, sedangkan KMI menjadi pihak yang memanfaatkan CO₂ tersebut sebagai bahan baku tambahan untuk meningkatkan produksi metanol di pabriknya. Direktur Operasi Pupuk Kaltim, F. Purwanto, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi Pupuk Kaltim dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya pada aspek dekarbonisasi sebagai bagian dari program Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan. “Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada prinsip keberlanjutan, kami melihat bahwa kerja sama penyediaan CO₂ ini tidak hanya bermanfaat secara operasional, tetapi juga merupakan bagian dari transformasi industri pupuk dan petrokimia menuju proses yang lebih hijau dan rendah emisi,” ujar F. Purwanto.
Adapun sambutan Direktur Utama KIE, Muhammad Erriza menyampaikan tentang harapannya terhadap kerjasama antar Perusahaan ini, untuk memperkuat sinergi dan mempercepat transisi energi. “Kami percaya bahwa kerja sama antara KIE dan KMI ini akan menjadi langkah awal yang strategis dan saling menguntungkan. Tidak hanya memperkuat sinergi antar perusahaan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata kita terhadap agenda nasional dan global dalam pengurangan emisi dan percepatan transisi energi.”
Direktur Utama KMI, Futhosi Urai, menyampaikan bahwa penambahan suplai CO₂ melalui kerja sama ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan efisiensi dan kapasitas produksi metanol KMI. Sehingga KMI menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah inovatif kawasan industri dalam menjawab tantangan iklim global. Ini tidak hanya menciptakan efisiensi proses produksi, tapi juga memperkuat posisi industri Kalimantan Timur di sektor energi bersih. Maka melalui kolaborasi ini, PKT, KIE dan KMI berupaya menjadikan kawasan industri Bontang sebagai pionir ekosistem industri rendah karbon di Indonesia, sekaligus mendukung target nasional dalam pengurangan emisi dan peningkatan kualitas udara.


